5 Jenis Bisnis Properti Kekinian, Ada yang Modal Dengkul Hingga Rp 5 Jutaan
Dapatkan link
Facebook
X
Pinterest
Email
Aplikasi Lainnya
Kata
siapa memiliki bisnis properti itu harus modal gede alias miliaran
Rupiah? Percaya gak percaya, kamu pun bisa memulai usaha di bidang ini
tanpa modal sekalipun alias modal dengkul!
Sektor properti memang cukup menarik
untuk dijadikan sarana mendulang rezeki. Walaupun sempat lesu, tapi
peluangnya tetap ada untuk masa depan. Dikutip dari Okezone, Robert T. Kiyosaki mengatakan bahwa bisnis di bidang ini tetap menguntungkan meski labanya kecil.
Di samping itu, usaha di bidang
properti itu gak hanya sebatas jual tanah, bangun, dan jual hunian
doang. Masih ada cara lain untuk bisa menjalankan bisnis di bidang ini
tanpa harus mengeluarkan modal besar.
Pengin tahu cara bisnis properti kecil-kecilan apa saja yang bisa kamu mulai saat ini? Berikut ulasannya.
Jika anda mempunyai impian untuk memiliki sebuah mobil mewah atau mobil
klasik dengan harga yang sangat terjangkau. Ini dia lelang mobil pt djarum kudus jakarta, Jangan sampai ketinggalan!!
1. Makelar properti
Makelar properti. (Shutterstock)Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung saja ke l'influencer marketing nei social media sekarang jugaBisnis yang satu ini bahasa kerennya
Broker Properti. Hmm, atau malah kebalik ya? Intinya, makelar atau
broker adalah perantara yang menjembatani investor ke pembeli atau
penjual properti. Tentunya, menjadi seorang makelar gak perlu harus
punya properti dulu dong.
Yang dibutuhkan cuma pemahaman yang
mumpuni soal tren harga properti di setiap daerah. Selain itu, kamu
tentu saja perlu memiliki network yang sangat luas.
Sejatinya, bisnis properti yang satu ini digolongkan menjadi dua jenis. Yang pertama adalah makelar properti freelance, dan yang kedua adalah yang bersertifikat alias bernaung di bawah perusahaan. Selain bisa dimulai dengan modal
dengkul, bisnis yang satu ini juga bisa dijadikan sebagai usaha
sampingan karena gak terikat waktu. Paling kamu hanya perlu ketemu
dengan klienmu ketika mereka mau cek lokasi.
Tapi jangan salah, pendapatannya juga
menjanjikan lho. Harga properti itu mahal alias bisa ratusan hingga
miliaran Rupiah. Masa komisinya cuma ratusan ribu Rupiah, betul gak?
2. Bisnis properti lewat pasar modal
Jual beli saham properti. (Shutterstock)Mau coba bisnis properti tapi gak ada
modal, takut rugi, dan gak punya waktu? Coba jajal saja dengan membeli
saham perusahaan di bidang properti.
Lho bukannya ini investasi saham ya?
Membeli saham perusahaan jelas
artinya kita membeli perusahaan tersebut walaupun persentase
kepemilikannya kecil. Tapi kiranya hal itu cukup menarik untukmu dalam
mempelajari ruwetnya bisnis di sektor ini.
Saham properti itu banyak sekali di
bursa, sebut saja seperti Ciputra (CTRA), Pakuwon Jati (PWON), PT PP
Properti (PPRO), Lippo Karawaci (LPKR), dan lainnya. Tapi jangan asal
beli juga lho. Gak usah khawatir, harga saham
perusahaan properti itu gak semuanya mahal. Banyak sekali yang harganya
di bawah Rp 1.000 perak per lembar. Itu artinya ketika kamu membeli 1
lot alias 100 lembar, uang yang kamu butuhkan jelas di bawah Rp 100
ribu.
Walaupun harga properti selalu naik, bukan berarti investasi saham properti pasti untung.
Harga saham mereka bisa jadi goyang
ketika ada kenaikan suku bunga kredit, atau lesunya penjualan mereka
dalam kurun waktu tertentu. Oleh karena itu, pilih perusahaan properti
yang memiliki fundamental baik dan proyeknya kamu ketahui.Jangan pilih yang gak jelas, dan harga sahamnya naik turun dalam waktu singkat. Itu sih namanya saham gorengan.
3. Pendanaan properti di situs P2P lending
Pendanaan properti lewat P2P lending. (Shutterstock)Udah tahu belum kalau di Indonesia
sudah ada situs P2P lending yang bergerak di bidang pendanaan properti?
Intinya, situs itu memang membantu mereka yang ingin membeli aset
properti tapi butuh pinjaman uang untuk DP rumah dan sewa rumah. Selain
itu, kamu juga bisa mendanai proyek properti lewat invoice financing.
Sama seperti situs P2P lending
lainnya, situs P2P lending ini sejatinya mempertemukan investor dan
peminjam dana. Kabarnya, return alias imbal hasil yang kamu dapatkan
lewat investasi pendanaan properti ini mencapai 11 persen per tahun.
Nominal pendanaannya juga gak mahal-mahal banget, mulai dari Rp 200 ribu saja. Gimana menurutmu?
Dengan modal minimal Rp 200 ribu,
kamu sudah bisa terjun ke dalam sebuah bisnis properti sebagai investor.
Walaupun bentuknya investasi, tapi pada dasarnya di dalamnya ada sebuah
bisnis yang berjalan.
Akan tetapi, risiko terjun ke
investasi ini memang terbilang cukup besar. Hal itu disebabkan karena
pihak peminjam dana rata-rata adalah orang yang dinilai kurang layak
kredit bank. Apa jadinya jika sewaktu-waktu ada kredit macet?
4. Bisnis homestay alias penyewaan kamar
Sewakan kamar lewat Airbnb atau situs sejenisnya bisa hasilkan uang. (Shutterstock)Khusus buat kamu yang masih tinggal
di rumah orangtua, kamu bisa menjalankan bisnis penyewaan properti ini.
Asalkan ada ruangan atau kamar yang memang gak terpakai di sana.
Dengan adanya situs AirBnB, AiryRoom,
Traveloka, Booking.com dan lain sebagainya, kamu bisa menyewakan kamar
di rumahmu pada orang lain. Mereka yang lagi traveling atau cari
kos-kosan bisa jadi berminat untuk menyewa hunianmu.
Kalau dibilang modalnya berapa, semuanya tergantung dari situasi dan kondisi juga. Menyewakan kamar atau bagian rumahmu
ke orang lain tentu ada risikonya. Bisa jadi berupa kerusakan fasilitas,
tagihan listrik yang membengkak, dan lain sebagainya.
Chelsea menempuh kemenangan 1 - 0 atas Ajax di liga Champion, bandar bola ada hadiahnya
Pastikan kamu sudah membuat hitung-hitungan untuk mewaspadai risiko ini sebelum menetapkan harga sewanya. Kemudian,
pastikan juga orang yang menyewa rumahmu memang bertanggung jawab
terhadap penggunaan fasilitasnya. Jangan malah bikin rusuh nantinya.
5. Mendirikan situs pencarian properti
Bikin situs jual beli properti yang bagus dan powerful. (Shutterstock)Contoh bisnis properti yang satu ini
mungkin gak wajar dan lebih erat disebut sebagai bisnis di dunia
teknologi. Tapi kalau dilihat dengan seksama, bisnisnya tetap properti,
hanya saja infrastrukturnya dibangun dengan teknologi.
Gak sedikit kan situs-situs pencarian
properti di Indonesia, sebut saja seperti Rumah123, Rumah.com, dan lain
sebagainya. Ketika seseorang ingin mencari informasi seputar harga
tanah di lokasi tertentu, maka situs itu langsung menampilkan banyak
pilihan dan informasi.
Harganya pun tertera di sana, beserta informasi lokasi dan luas tanahnya. Praktis bukan? Buat yang punya modal Rp 5 jutaan
atau lebih, kenapa gak bikin situs seperti ini saja? Ketika situsmu
sudah memiliki banyak pengunjung atau user, kamu bisa menarik keuntungan
lewat sistem membership eksklusif ke user untuk mengiklankan
propertinya.
Cara monetisasi lainnya, kamu juga
bisa menerapkan biaya perantara untuk transaksi properti yang sukses di
dalamnya. Kamu bisa pula mengajak developer-developer lain atau bank
untuk pasang iklan dengan murah di situsmu.
Semuanya bisa asalkan kamu juga aktif
dalam mengisi konten-konten di websitemu. Jangan sampai tampilan
website dibiarkan gak menarik.
Itulah lima jenis bisnis properti yang bisa kamu mulai dengan modal kecil. Kira-kira tertarik mencoba bisnis yang mana ya?
Ingat lho, keuntungan bisnis properti itu lumayan gede. Sayang saja sih kalau gak kamu manfaatkan selagi ada peluang.
Ketika bisnis kecil-kecilan ini sudah
berkembang dengan besar, kamu pun bisa memulai usaha di bidang properti
dengan skala yang lebih besar lagi. Gak menutup kemungkinan di masa
depan kamu jadi taipan properti seperti para crazy rich di Indonesia. (Editor: Ruben Setiawan)
sumber : moneysmart.com
Indonesia Properti Expo
(IPEX) akan kembali dihelat pada 16-24 November 2019 di Hall A & B
Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
IPEX
Katadata
Indonesia Properti Expo (IPEX) akan kembali dihelat pada 16-24 November
2019 di Hall A & B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
Perhelatan ke-37 ini menargetkan 250 ribu pengunjung dengan transaksi
kredit kepemilkan rumah (KPR) mencapai Rp 5 triliun. Target kunjungan
ini lebih tinggi dari perolehan dalam pameran pada Juli lalu sebesar 209
ribu orang.
PT Adhouse Clarion Events, penyelenggara IPEX, optimistis pameran dapat
membantu kenaikan pasar properti yang sempat lesu selama beberapa waktu
terakhir.
“Kami optimistis acara kali ini bisa menjadi titik balik perkembangan
pasar properti. Acara ini akan diramaikan oleh banyak pengembang
properti, mulai dari perumahan subsidi, apartemen hingga perumahan
eksklusif, seperti Metropolitan Land, Rancamaya, dan Riscon” ujar Gad
Permata, Vice President PT Adhouse Clarion Events.
Gad menambahkan pameran akan menghadirkan 73 pseserta pengembang. “Nanti
ada 500 proyek yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung, termasuk 55
proyek bersbsusidi,” tambahnya.
Arvin F. Iskandar, Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Daerah Realestat
Indonesia (DPD REI) Jakarta, mengatakan selama ini pameran 2019 menjadi
titik balik dari perubahan nasib pasar properti. “Setelah ada pemilhan
presiden ini ada kenaikan, apalagi di landed residential, kami melihat
ada kenaikan walaupun sedikit,” lanjut Arvin dalam keterangan pers di
Jakarta.
Berkembangnya fasilitas KPR dengan turunnya suku bunga dan bertambahnya
jumlah pengembang subsidi, menjadi energi tambahan bagi industri ini dan
diprediksi dapat menjadi pilihan baru bagi para target industri dan
pengembang.
“Kenaikan harga di pasar sebesar 0,4 persen dan realisasi penjualan yang
meningkat 20 persen dalam sektor perumahan mengindikasikan bahwa
penyerapan pasar cukup baik dan akan terus membaik hingga beberapa
waktu ke depan,” tambah Arvin.
Terlebih, Arvin menambahkan, selama ini dalam setiap (IPEX) dampaknya
selalu positif. “Apalagi official sponsor kami tetap Bank BTN yang luar
biasa programnya,” katanya.
IPEX 2019 mendapat dukungan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara
(BUMN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan PT
Bank Tabungan Negara (Pesero) Tbk. atau BTN sebagai official bank
partner.
Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian
PUPR, Drs H. Agusny Gunawan, berharap penyelenggaraan pameran seperti
Indonesia Properti Expo ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat
berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah, karena pada kegiatan
ini hadir 35 pengembang subsidi dengan total proyek sebanyak 55 proyek
yang turut membantu perkembangan pasar properti lewat edukasi satu
tempat mengenai penyediaan properti.
Sebagai informasi, dari tahun 2010 hingga 2019 pemerintah telah
menyalurkan 644.067 unit rumah atau setara dengan Rp 43.21 triliun.
Selain itu, banyak pilihan yang tersaji dalam satu tempat, membuat para
calon pemilik properti dapat membandingkan langsung dengan lebih mudah
dan disesuaikan dengan kebutuhan, serta kemampuan.
“Dengan semakin meningkatnya minat MBR dalam memiliki rumah, artinya
peluang pengembang untuk membangun rumah subsidi fasilitas likuiditas
pembiayaan perumahan semakin terbuka lebar,” kata Agusny.
Bank BTN, sebagai official bank partner dari Indonesia Properti Expo,
juga optimistis perkembangan pasar properti akan dimulai dari sekarang.
Pasalnya, pengembang-pengembang didukung, sejalan dengan pembangunan
negara, baik secara infrastruktur maupun sumber daya edukasi. Indonesia
Properti Expo merupakan salah satu bagian upaya edukasi untuk masyarakat
tentang bisnis properti.
Selain itu, BTN juga menjalin kerja sama dengan para pengembang dengan
program-program menarik, sehingga memudahkan konsumen untuk dapat
membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR yang disediakan oleh
BTN. Manager Non-Subsidized Mortgage and Consumer Leanting Division Bank
BTN, Romeo Daniel Makenru Van Enst, mengatakan dalam pameran nanti, BTN
siap memasarkan sejumlah produk unggulan.
Menyasar Milenial
Romeo mengatakan salah satu produk unggulan yang akan meluncur selama
pameran adalah produk yang menyasar milenial. “Terobosan yang dilakukan
BTN adalah kami membuat satu web BTNproperti.co.id untuk memudahkan
milenial mengarah ke sana. Jadi pengajuan KPR atau mereka mencari rumah,
mereka bisa lewat BTNproperti.co.id,” papar Romeo. “Dengan web tersebut
para milenial bisa langsung mengajukan KPR secara online.”
Masih untuk mengakomodir para milenial, BTN juga menyediakan KPR dengan
tenor yang cukup panjang hingga 30 tahun. “Dengan tenor yang 30 tahun
untuk kepemilikan rumah, otomatis angsurannya lebih kecil,” lanjut
Romeo.
Gad Permata dari Adhouse mengatakan dalam pameran ke-37 akan ada
pendekatan khusus ke milenial antara lain berupa edukasi agar para
milenial mencicil rumah, termasuk melalui pesan-pesan kekinian, seperti
penggunaan #belirumahsekarang atau #2019beli rumah.
“Kedua, untuk milenial ini ada joke, misalnya beli rumah itu kebutuhan
primer, tapi jalan-jalan juga kebutuhan primer. Jadi kami sedang
mengolaborasi di mana mereka tetap teredukasi, datang untuk melihat KPR
rumah, tapi mereka juga bisa jalan-jalan, karena BTN nanti akan
mendorong cicilan jalan-jalan,” papar Gad.
Sementara itu dari sisi pengembang, untuk menyasar milenial juga telah
disiapkan sejumlah strategi, antara lain menurut Arvin dari DPD REI
Jakarta, pengembang mengecilkan ukuran rumah dan mendekatkan dengan
sejumlah fasilitas yang secara khas dibutuhkan milenial, termasuk
co-working space.
Indonesia Properti Expo
(IPEX) akan kembali dihelat pada 16-24 November 2019 di Hall A & B
Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
IPEX
Katadata
Indonesia Properti Expo (IPEX) akan kembali dihelat pada 16-24 November
2019 di Hall A & B Jakarta Convention Center, Senayan, Jakarta.
Perhelatan ke-37 ini menargetkan 250 ribu pengunjung dengan transaksi
kredit kepemilkan rumah (KPR) mencapai Rp 5 triliun. Target kunjungan
ini lebih tinggi dari perolehan dalam pameran pada Juli lalu sebesar 209
ribu orang.
PT Adhouse Clarion Events, penyelenggara IPEX, optimistis pameran dapat
membantu kenaikan pasar properti yang sempat lesu selama beberapa waktu
terakhir.
“Kami optimistis acara kali ini bisa menjadi titik balik perkembangan
pasar properti. Acara ini akan diramaikan oleh banyak pengembang
properti, mulai dari perumahan subsidi, apartemen hingga perumahan
eksklusif, seperti Metropolitan Land, Rancamaya, dan Riscon” ujar Gad
Permata, Vice President PT Adhouse Clarion Events.
Gad menambahkan pameran akan menghadirkan 73 pseserta pengembang. “Nanti
ada 500 proyek yang bisa dilihat langsung oleh pengunjung, termasuk 55
proyek bersbsusidi,” tambahnya.
Arvin F. Iskandar, Sekretaris Jendral Dewan Pengurus Daerah Realestat
Indonesia (DPD REI) Jakarta, mengatakan selama ini pameran 2019 menjadi
titik balik dari perubahan nasib pasar properti. “Setelah ada pemilhan
presiden ini ada kenaikan, apalagi di landed residential, kami melihat
ada kenaikan walaupun sedikit,” lanjut Arvin dalam keterangan pers di
Jakarta.
Berkembangnya fasilitas KPR dengan turunnya suku bunga dan bertambahnya
jumlah pengembang subsidi, menjadi energi tambahan bagi industri ini dan
diprediksi dapat menjadi pilihan baru bagi para target industri dan
pengembang.
“Kenaikan harga di pasar sebesar 0,4 persen dan realisasi penjualan yang
meningkat 20 persen dalam sektor perumahan mengindikasikan bahwa
penyerapan pasar cukup baik dan akan terus membaik hingga beberapa
waktu ke depan,” tambah Arvin.
Terlebih, Arvin menambahkan, selama ini dalam setiap (IPEX) dampaknya
selalu positif. “Apalagi official sponsor kami tetap Bank BTN yang luar
biasa programnya,” katanya.
IPEX 2019 mendapat dukungan dari Kementerian Badan Usaha Milik Negara
(BUMN), Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dan PT
Bank Tabungan Negara (Pesero) Tbk. atau BTN sebagai official bank
partner.
Direktur Layanan Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan Kementerian
PUPR, Drs H. Agusny Gunawan, berharap penyelenggaraan pameran seperti
Indonesia Properti Expo ini dapat memberikan kemudahan bagi masyarakat
berpenghasilan rendah (MBR) untuk memiliki rumah, karena pada kegiatan
ini hadir 35 pengembang subsidi dengan total proyek sebanyak 55 proyek
yang turut membantu perkembangan pasar properti lewat edukasi satu
tempat mengenai penyediaan properti.
Sebagai informasi, dari tahun 2010 hingga 2019 pemerintah telah
menyalurkan 644.067 unit rumah atau setara dengan Rp 43.21 triliun.
Selain itu, banyak pilihan yang tersaji dalam satu tempat, membuat para
calon pemilik properti dapat membandingkan langsung dengan lebih mudah
dan disesuaikan dengan kebutuhan, serta kemampuan.
“Dengan semakin meningkatnya minat MBR dalam memiliki rumah, artinya
peluang pengembang untuk membangun rumah subsidi fasilitas likuiditas
pembiayaan perumahan semakin terbuka lebar,” kata Agusny.
Bank BTN, sebagai official bank partner dari Indonesia Properti Expo,
juga optimistis perkembangan pasar properti akan dimulai dari sekarang.
Pasalnya, pengembang-pengembang didukung, sejalan dengan pembangunan
negara, baik secara infrastruktur maupun sumber daya edukasi. Indonesia
Properti Expo merupakan salah satu bagian upaya edukasi untuk masyarakat
tentang bisnis properti.
Selain itu, BTN juga menjalin kerja sama dengan para pengembang dengan
program-program menarik, sehingga memudahkan konsumen untuk dapat
membeli rumah dengan memanfaatkan fasilitas KPR yang disediakan oleh
BTN. Manager Non-Subsidized Mortgage and Consumer Leanting Division Bank
BTN, Romeo Daniel Makenru Van Enst, mengatakan dalam pameran nanti, BTN
siap memasarkan sejumlah produk unggulan.
Menyasar Milenial
Romeo mengatakan salah satu produk unggulan yang akan meluncur selama
pameran adalah produk yang menyasar milenial. “Terobosan yang dilakukan
BTN adalah kami membuat satu web BTNproperti.co.id untuk memudahkan
milenial mengarah ke sana. Jadi pengajuan KPR atau mereka mencari rumah,
mereka bisa lewat BTNproperti.co.id,” papar Romeo. “Dengan web tersebut
para milenial bisa langsung mengajukan KPR secara online.”
Masih untuk mengakomodir para milenial, BTN juga menyediakan KPR dengan
tenor yang cukup panjang hingga 30 tahun. “Dengan tenor yang 30 tahun
untuk kepemilikan rumah, otomatis angsurannya lebih kecil,” lanjut
Romeo.
Gad Permata dari Adhouse mengatakan dalam pameran ke-37 akan ada
pendekatan khusus ke milenial antara lain berupa edukasi agar para
milenial mencicil rumah, termasuk melalui pesan-pesan kekinian, seperti
penggunaan #belirumahsekarang atau #2019beli rumah.
“Kedua, untuk milenial ini ada joke, misalnya beli rumah itu kebutuhan
primer, tapi jalan-jalan juga kebutuhan primer. Jadi kami sedang
mengolaborasi di mana mereka tetap teredukasi, datang untuk melihat KPR
rumah, tapi mereka juga bisa jalan-jalan, karena BTN nanti akan
mendorong cicilan jalan-jalan,” papar Gad.
Sementara itu dari sisi pengembang, untuk menyasar milenial juga telah
disiapkan sejumlah strategi, antara lain menurut Arvin dari DPD REI
Jakarta, pengembang mengecilkan ukuran rumah dan mendekatkan dengan
sejumlah fasilitas yang secara khas dibutuhkan milenial, termasuk
co-working space.
Komentar
Posting Komentar